Rabu, 03 Desember 2014

ANGKATAN SASTRA BALAI PUSTAKA


ANGKATAN SASTRA BALAI PUSTAKA


Diajukan Untuk Memenuhi  Tugas
Mata Kuliah Sejarah Sastra


    KELOMPOK 1

1.      ADE TATANG
2.      EMMIE APRIANI
3.      IMA SITI NURMA SUMAH
4.      IMAM BUDIYANSYAH
5.      KURNIAWAN
6.      RENDRA MUSTAFA

   
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN 
UNIVERSITAS GALUH
Jalan R. E Martadinata nomor 150 Tlp/fax (0265)776787

 
CIAMIS 46251




KATA PENGANTAR
ANGKATAN SASTRA BALAI PUSTAKA


Segala puji hanya miliki Allah SWT yang telah memberikan limpahan nikmat sehingga diantara nikmat-Nya tersebut penulis dapat menyelesaikan tugas mata kuliah Sejarah Sastra.
Tak lupa kami ucapkan terima kasih kepada :
1.      Siti Khatidjah sebagai Dosen Sejarah Sastra yang telah memberikan bimbingannya
2.      Drs. Teti Gumiarti, M.Pd.,selaku Dosen Wali yang selalu memberikan semangat untuk menuntut ilmu
3.      Orang tua yang telah memberikan dorongan moril maupun materi sehingga makalah ini dapat selesai tepat waktu
Kami menyadari makalah ini jauh dari sempurna karena keterbatasan wawasan dan waktu. Maka dari itu kritik dan saran yang bersifat membangun kami harapkan guna perbaikan di masa yang akan datang.



Ciamis, Maret 
Penulis


 ANGKATAN SASTRA BALAI PUSTAKA

DAFTAR ISI


KATA PENGANTAR..................................................................................... i
DAFTAR ISI................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN............................................................................... 1
1.1  Latar Belakang............................................................................... 1
1.2  Tujuan Penulisan............................................................................. 1
1.3  Rumusan Masalah........................................................................... 1
1.4 Sistematika Penulisan..................................................................... 2
BAB II PEMBAHASAN................................................................................ 3
2.1 Angkatan Balai Pustaka................................................................. 3
2.2 Ciri-Ciri Angkatan Balai Pustaka................................................... 5
2.3 Tokoh  dan Karya Angkatan Balai Pustaka................................... 6
2.4 Resensi Novel Sitti Nurbaya ......................................................... 7
BAB III SIMPULAN DAN SARAN............................................................. 11
3.1 Simpulan......................................................................................... 11
3.2 Saran............................................................................................... 11
DAFTAR PUSTAKA
ii
 
 



BAB I
PENDAHULUAN

ANGKATAN SASTRA BALAI PUSTAKA


1.1  Latar Belakang
Angkatan Balai Pustaka merupakan karya sastra di Indonesia yang terbit sejak tahun 1920, yang dikeluarkan oleh penerbit Balai Pustaka. Prosa (roman, novel, cerita pendek dan drama) dan puisi mulai menggantikan kedudukan syair, pantun, gurindam dan hikayat dalam khazanah sastra di Indonesia pada masa ini.
Balai Pustaka didirikan pada masa itu untuk mencegah pengaruh buruk dari bacaan cabul dan liar yang dihasilkan oleh sastra Melayu Rendah yang banyak menyoroti kehidupan pernyaian (cabul) dan dianggap memiliki misi politis (liar). Balai Pustaka menerbitkan karya dalam tiga bahasa yaitu bahasa Melayu-Tinggi, bahasa Jawa dan bahasa Sunda dan dalam jumlah terbatas dalam bahasa Bali, bahasa Batak dan bahasa Madura.
Nur Sutan Iskandar dapat disebut sebagai "Raja Angkatan Balai Pustaka" oleh sebab banyak karya tulisnya pada masa tersebut. Apabila dilihat daerah asal kelahiran para pengarang, dapatlah dikatakan bahwa novel-novel Indonesia yang terbit pada angkatan ini adalah "novel Sumatera", dengan Minangkabau sebagai titik pusatnya.
Jadi dengan adanya hal tersebut layaklah kita sebagai rakyat Indonesia mengetahui apa sebenarnya yang disebut dengan angkatan Balai Pustaka.

1.2  Tujuan Penulisan
1.Untuk memenuhi tugas mata kuliah Sejarah Sastra.
2.Untuk menganalisis angkatan sastra Balai Pustaka.

1.3  Rumusan Masalah
1.Pengertian angkatan sasatra Balai Pustaka
2.Tokoh angkatan sastra Balai Pustaka
3. Resensi novel Sitti Nurbaya

1.4 Sistematika Penulisan
·         BAB I Pendahuluan
Bab ini merupakan alasan dan tujuan pembuatan makalah yang berjudul “Angkatan Sastra Balai Pustaka”.
·         BAB II Pembahasan
Bab ini menjelaskan tentang apa sebenarnya angkatan sastra Balai pustaka itu dan resensi novel Sitti Nurbaya.
·         BAB III Simpulan dan Saran
Bab ini memaparkan simpulan dari isi makalah dan berbagai saran dari pembaca. 


BAB II
PEMBAHASAN
ANGKATAN SASTRA BALAI PUSTAKA


2.1 Angkatan Balai Pustaka
Balai Pustaka (Ejaan Van Ophuijsen Balai Poestaka, bahasa Jawa ejaan lama Balé Poestaka) adalah sebuah perusahaan penerbitan Indonesia. Balai Pustaka didirikan dengan nama Commissie voor de Volkslectuur (bahasa Belanda "Komisi untuk Bacaan Rakyat") oleh pemerintah Hindia-Belanda pada tanggal 14 september1908. Commissie voor de Volkslectuur kemudian berubah menjadi "Balai Poestaka" pada 22 September 1917. Balai Pustaka menerbitkan sekitar 350 judul buku per tahun yang meliputi kamus, referensi, buku keterampilan, sastra, sosial, politik, agama, ekonomi, dan penyuluhan. Pada masa penjajahan Jepang (1942-1945), Balai Pustaka tetap eksis namun menggunakan nama lain, yaitu Gunseikanbu Kokumin Tosyokyoku (軍政監部国民図書局 ?). Nama ini artinya kurang lebih adalah "Biro Pustaka Rakyat, Pemerintah Militer Jepang" dan merupakan terjemahan dari nama Belanda Commissie voor de Volkslectuur.
Angkatan Balai Pusataka merupakan karya sastra di Indonesia yang terbit sejak tahun 1920, yang dikeluarkan oleh penerbit Balai Pustaka. Prosa(roman, novel, cerita pendek dan drama) dan puisi mulai menggantikan kedudukan syair, pantun, gurindam dan hikayat dalam khazanah sastra di Indonesia pada masa ini.
Balai Pustaka didirikan pada masa itu untuk mencegah pengaruh buruk dari bacaan cabul dan liar yang dihasilkan oleh sastra Melayu Rendah yang banyak menyoroti kehidupan pernyaian (cabul) dan dianggap memiliki misi politis (liar). Balai Pustaka menerbitkan karya dalam tiga bahasa yaitu bahasa Melayu-Tinggi, bahasa Jawa dan bahasa Sunda dan dalam jumlah terbatas dalambahasa Bali, bahasa batak dan bahasa Madura.
Nur sutan Iskandar dapat disebut sebagai "Raja Angkatan Balai Pustaka" oleh sebab banyak karya tulisnya pada masa tersebut. Apabila dilihat daerah asal kelahiran para pengarang, dapatlah dikatakan bahwa novel-novel Indonesia yang terbit pada angkatan ini adalah "novel Sumatera", dengan Minamgkabau sebagai titik pusatnya.
Tujuan didirikannya Balai Pustaka juga untuk mengembangkan bahasa bahasa daerah utama di Hindia-Belanda. Bahasa-bahasa ini adalah bahasa Jawa, bahasa Sunda, bahasa Melayu dan bahasa Madura. Ada visi alternatif yang menyebutkan bahwa pendiriannya kala itu konon untuk mengantisipasi tingginya gejolak perjuangan bangsa Indonesia yang hanya bisa disalurkan lewat karya-karya tulisan. Berbagai tulisan masyarakat anti-Belanda bermunculan di koran-koran daerah skala kecil, sehingga perusahaan penerbitan ini lalu didirikan Belanda dengan tujuan utama untuk meredam dan mengalihkan gejolak perjuangan bangsa Indonesia lewat media tulisan dan menyalurkan nya secara lebih manusiawi sehingga tidak bertentangan dengan kepentingan Belanda di Indonesia. Tujuan lain yang dilakukan oleh Komisi Bacaan Rakyat (KBR) yaitu menerjemahkan atau menyadur hasil sastra Eropa hal ini juga bertujuan agar rakyat Indonesia buta terhadap informasi yang berkembang di negaranya sendiri.
Tidak semua usaha yang dilakukan oleh (BKR) negatif. usaha usaha yang positif antara lain: mengadakan perpustakaan di tiap-tiap sekolah, mengadakan peminjaman buku-buku dengan tarif murah secara teratur, memberikan bantuan kepada usaha-usaha swasta untuk menyelenggarakan taman bacaan, menerbitkan majalah-majalah Sari Pustaka dan Panji Pustaka dalam bahasa Melayu Kejawen dalam bahasa Jawa, dan majalah Parahiangan dalam bahasa Sunda.
Langkah maju yang dilakukan KBR, yang telah berhasil sebagai pencetak, penerbit, dan penjual majalah, adalah mengubah KBR menjadi Yayasan Resmi Balai Pustaka pada tahun 1917.
Salah satu novel dalam bahasa Melayu terbitan Balai Pustaka kala itu yang ternama berjudul Siti Noerbaja karangan Marah Roesli, seorang penulis dari Minangkabau.Di era itu juga menjadi penanda penyebaran sastra Jawa Modern. Jumlah buku berbahasa Jawa lebih banyak dibandingkan yang berbahasa Melayu. Dari penelusuran George Quinn, pada katalog Balai Pustaka di 1920, ada 40 buku berbahasa Madura, 80 judul berbahasa Melayu, hampir 100 buku berbahasa Sunda, dan hampir 200 berbahasa Jawa. Di tahun ini pula lahir novel Serat Rijanto karangan Raden Bagoes Soelardi yang menjadi tonggak sastra Jawa modern.

2.2 Ciri-Ciri Angkatan Balai Pustaka
Terdapat beberapa karakteristik dalam karya sastra angkatan Balai Pustaka yang dipisahkan dalam dua sudut pandang, yaitu;
Dilihat dalam stuktur estetik:
1.      Gayya bahasa menggunakan perumpamaan klise, pepatah, dan peribahasa.
2.      Alur roman sebagian besar alur lurus, tetapi ada juga yang menggunakan alur sorot balik.
3.      Teknik penokohan dan perwatakannya banyak dipergunakan analisis langsung (direct authot analisis) dan descripsi pisik, tokohnya berwatak datar.
4.      Pusat pengisahannya pada umumnya mempergunakan metode orang ketiga yang bersifat romantic ironic.
5.      Banyak digresi yaitu banyak sisipan peristiwa yang tidak langsung seperti uraian adat, dongeng dan syair.
6.      Bersifat didaktis, sifat ini berpengaruh sekali pada gaya penceritaan dan struktur penceritaannya.
7.      Bercorak romantic.
Dilihat dari ekstra estetik:
1.      Bermasalah adat, terutama masalah adat kawin paksa dan permaduan.
2.      Pertentangan paham antara kaum tua dan kaum muda.
3.      Latar cerita pada umumnya, latar daerah, pedesaan, dan kehidupan daerah.
4.      Cerita bermain di zaman sekarang bukan ditempat dan zaman antah berantah.
5.      Cita-cita kebangsaan belum dipermasalahkan.

2.3 Tokoh  dan Karya Angkatan Balai Pustaka
Terdapat beberapa sastrawan yang tergolongkan dalan sasatrawan angakatan Balai Pustaka, yaitu:
  • Merari Siregar
·         Azab dan Sengsara(1920)
·         Binasa kerna Gadis Priangan(1931)
·         Cinta dan Hawa Nafsu
  • Marah Roesli
·         Siti Nurbaya(1922)
·         La Hami (1924)
·         Anak dan Kemenakan(1956)
  • Muhammad Yamin
·         Tanah Air(1922)
·         Indonesia, Tumpah Darahku (1928)
·         Kalau Dewi Tara Sudah Berkata
·         Ken Arok dan Ken Dedes (1934)
  • Nur Sutan Iskandar
    • Apa Dayaku karena Aku Seorang Perempuan (1923)
·         Cinta yang Membawa Maut(1926)
·         Salah Pilih(1928)
·         Karena Mentua(1932)
·         Tuba Dibalas dengan Susu(1933)
·         Hulubalang Raja (1934)
·         Katak Hendak Menjadi Lembu (1935)
  • Tulis Sutan Sati
·         Tak Disangka(1923)
·         Sengsara Membawa Nikmat (1928)
·         Tak Membalas Guna(1932)
·         Memutuskan Pertalian(1932)
  • Djamaluddin Adinegoro
·         Darah Muda (1927)
·         Asmara Jaya(1928)
  • Abas Soetan Pamoentjak
·         Pertemuan(1927)
  • Abdul Muis
·         Salah Asuhan (1928)
·         Pertemuan Djodoh(1933)
  • Aman Datuk Madjoindo
·         Menebus Dosa(1932)
·         Si Cebol Rindukan Bulan(1934)
·         Sampaikan Salamku Kepadanya (1935)

2.4 Resensi Novel Sitti Nurbaya
2.4.1 Identitas Buku.
Buku ini diterbitkan pada tahun 1922 oleh balai pustaka. Buku yang berjudul Sitti Nurbaya ini berhasil menempatkan diri sebagai puncak roman diantara roman-roman lain yang dianggap sebagai puncak roman di dalam sastra Indonesia modern. Penilaian itu tidak didasarkan pada temanya, tetapi berdasarkan pada pemakaian bahasa melayu. Oleh karena itu, orang melayu lebih mudah membaca dan segera mengerti isinya. Karena terkenalnya, sampai-sampai zaman itu dinamai zaman Si ti Nurbaya.Pada masa itu di anggap sebagai hak-hak asasi manusia.

2.4.2 Unsur Intrinsik Novel
Unsur intrinsik yang terdapat dalam novel Sitti Nurbaya karangan Marah Roesli, yaitu:
·         Pelaku utama dalam novel Siti Nurbaya adalah Siti Nurbaya, Samsulbahri ,dan Datuk Maringgih.
·         Novel ini bertemakan Sosial, moral, dan egois.
·         Alurnya bersifat alur maju.
·         Seting pada novel ini adalah di kota Padang.
·         Amanat yang terkandung dari novel ini adalah supaya kita tidak terlalu dikuasai oleh perasaan dengan tidak menggunakan akal pikiran sehat karena akan mengakibatkan hilangnya kepribadian yang ada pada diri kita.

2.4.3 Sinopsis Novel
Siti Nurbaya masih kanak-kanak, maka bisa dikatakan itulah titik dari penderitaan hidupnya. Sejak saat itu hingga dewasa dan mengerti cinta ia hanya hidup bersama Baginda Sulaiman, ayah yang sangat di sayanginya. Ayahnya adalah seorang pedagang yang sangat terkemuka di kota Padang. Sebagian modal usahanya merupakan uang pinjaman dari seirang rentenir bernama Datuk Maringgih.
Pada mulanya usaha perdagangan baginda Sulaiman mendapat kemajuan pesat. Hal itu tidak dikehendaki oleh rentenir seperti Datuk Maringgih, maka untuk melampiaskan keserakahannya Datuk Maringgih menyuruh kaki tangannya membakar semua kios milik baginda Sulaiman, dia jatuh miskin dan tak mampu lagi membayar semua hutang-hutangnya pada Datuk Maringgih dan inilah saat yang dinanti-nantikannya, Datuk Maringgih mendesak baginda Sulaiman yang sudah tidak berdaya untuk melunasi semua hutang-hutangnya.Boleh hutang itu di anggap lunas, asalkan baginda Sulaiman mau menyerahkan Siti Nurbaya, putrinya kepada Datuk Maringgih.
Menghadapi kenyataan seperti itu, baginda Suliaman yang sudah tidak sanggup lagi membayar hutang-hutangnya tidak menemukan pilihan lain, selain uang yang ditawarkan oleh Datuk Maringgih.
Siti Nurbaya menangis menghadapi kenyataan bahwa dirinya yang cantik dan muda belia harus menikah dengan Datuk maringgih yang tua bangka dan berkulit kasar seperti kulit katak. Lebih sedih lagi ketika dia ingat Samsulbahri kekasihnya yang sedang sekolah di stovia, Jakarta. Sungguh berat memang, namun demi keselamatan dan kebahagiaan ayahanda dia mau mengorbankan dirinya dengan menerima pinangan Datuk Maringgih.
Samsulbahri yang berada di Jakarta mengetahui peristiwa yang telah terjadi di desanya, terlebih karena siti nurbaya mengirimkan surat yang menceritakan nasib yang dialami keluarganya.
Pada suatu hari ketika samsulbahri dalam liburan kembali ke padang ia dapat bertemu empat mata dengan siti nurbaya yang telah resmi menjadi istri datuk maringgih. Pertemuan itu diketahui oleh datuk maringgih sengga terjadi keributan, teriakan siti nurbaya terdengar oleh ayahnya yang tengah terbaring karena sakit keras.Baginda sulaiman berusaha bangkit, tetapi akhirnya jatuh tersungkur dan menghembuskan nafas terakhir.
Mendengar itu, ayah samsulbahri yaitu sultan mahmud yang kebetulan menjadi penghulu kota padang, malu atas perbuatan anaknya sehingga samsulbahri harus pulang ke jakarta dan ia berjanji untuk tidak kembali kepada keluarganya di padang. Datuk maringgih juga tidak tinggal diam, karena siti nurbaya di usirnya.
Siti nurbaya mendengar bahwa kekasihnya di usir orangtuanya, timbul niatnya untuk menyusul samsulbahri ke Jakarta, tetapi niatnya itu diketahui oleh kaki tangan datuk maringgih, karena itu dengan siasat dan fitnahnya, datuk maringgih dan kaki tangannya dapat memaksa siti nurbaya kembali dengan perantaraan polisi. Tak lama kemudian siti nurbaya meninggal dunia karena memakan lemang beracun yang diberikan kaki tangan datuk maringgih. Kematian siti nurbaya terdengar oleh samsul bahri, sehingga ia menjadi putus asa dan mencoba melakukan bunuh diri. Akan tetapi mujurlah karena ia tidak meninggal ,sejak saat itu samsulbahri tidak meneruskan sekolahnya dan memasuki dinas militer.
Sepuluh tahun kemudian, dikisahkan sering terjadi huru-hara di kota padang akibat ulah datuk maringgih dan orang-orangnya. Samsulbahri yang telah berpangkat letnan telah dikirim untuk melakukan pengamanan. Samsulbahri yang mengubah namanya menjadi Letnan Mas, segera menyerbu kota padang. Ketika bertemu dengan datuk maringgih dalam satu keributan, tanpa berfikir panjang samsulbahri langsung menembaknya.Datuk maringgih jatuh tersungkur, namun sebelum tewas ia sempat membacok kepala samsulbahri dengan parangnya.
Samsulbahri alias letnan mas segera dilarikan ke rumah sakit, pada saat menjelang ajalnya ia meminta dipertemukan dengan ayahnya. Akan tetapi ajal lebih dahulu merenggut sebelum samsulbahri bertemu dengan orang tuanya.


BAB III
SIMPULAN DAN SARAN
ANGKATAN SASTRA BALAI PUSTAKA


3.1 Simpulan
Dari bahasan diatas kami mengambil simpulan bahwa angkatan balai pustaka merupakan tonggak awal bangkitnya  kesussastraan Indonesia dengan karyanya berupa prosa, puisi, roman, cerpen dan lain-lain.

3.2 Saran
Saran sungguh sangat kami harapkan bagi para pembaca untuk kebaikan penulis dimasa yang akan datang.


DAFTAR PUSTAKA
ANGKATAN SASTRA BALAI PUSTAKA


Rusli Marah. 2008. Siti Nurbaya. Jakarta; Balai Pustaka .

www.wikipedia.com

Pradopo, Rachmat Djoko. 1995. Beberapa Teori Sastra, Metode Kritik, dan Penerapannya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
ANGKATAN SASTRA BALAI PUSTAKA


Rabu, 26 November 2014

Apresiasi Puisi Prito Windiarto


Apresiasi Puisi Prito Windiarto


oleh : Emmie Apriani

Puisi adalah curahan jiwa yang dirangkai melalui kata-kata indah. Pengertian itulah yang melekat pada orang awam kebanyakan. Herman J. Waluyo pada Teori dan Apresiasi Puisi (1987: 25) pun menyatakan “puisi adalah ungkapan pikiran dan perasaan penyair yang berdasarkan mood”. Sehingga tak heran ketika seorang penyair pada satu waktu menulis puisi bertemakan cinta, waktu yang lain tentang ketuhanan, yang selanjutnya bertemakan nasionalisme.
Chairil Anwar, penyair angkatan 45 yang identik dengan aliran realismenya dalam pembentukan sebuah puisi, ternyata mampu menyajikan sebuah puisi bertemakan cinta (dalam sudut pandang aliran romantik) yang identik dengan angkatan pujangga baru. Sehingga Chairil Anwar sempat disebut sebagai “kaum romantik yang terlambat” bersama Armijn Pane (pada prosa).
Prito Windiarto, mahasiswa program studi Bahasa dan Sastra Indonesia universitas Galuh yang cenderung beraliran dalam kumpulan puisinya “Serpihan Kehidupan” yang dibagi menjadi tiga bagian tersebut menyajikan 3 tema sekaligus dalam satu kumpulan puisi; religi, kemanusiaan dan sosial. Puisi bertemakan religi,
JABAL UHUD
Membasahi darah
  mengalir deras

           Mayat bergelimang
  tumpang tindih

    Usus terurai
    hati tercabik
jantung tercongkel

Anyir menusuk
         namun kesturi tak kalah semerbak

 Mata melotot
         di sisi lain bibir senyum merekah

Inilah uhud
       saksi pertarungan
          saksi kekejian
         saksi kehinaan
    juga saksi kemuliaan
15/2/10
Kemanusiaan (cinta),

DATANGLAH LAGI NANTI
Sulur itu harus kupangkas
Kubabat
Walau sulit
Teramat sesak

Tapi aku harus bisa
Mengenyahkannya
Membiarkannya pergi
Lepas tandas

Aduhai ...
Kenapa ia terus membayang
Menelusup celah hati
Padahal setiap hari wujudnya terus berusaha
Aku delete, harus
Kenapa

Wahai diri istimewa
Pergilah engkau dariku
Bukan waktumu saat ini

Datanglah nanti di senja tampias
Saat temaram benar-benar genap
Saat aku benar-benar siap
Mengayuh biduk
Mengantarkanmu ke pulau harapan

Kembalilah dulu
Datanglah lagi nanti
Harapan menunggu

sosial,
NEGERI YANG DITANGISI BU PERTIWI
Kami hanya penonton
terciprat setitik
terpecik sekuku
      namun kenapa keluh

Kami hanya pengamat
tercolek ringan tersenggol sedikit
      namun kenapa kesah

Kami hanya komentar
yang biasanya berkoar ini-itu
sekedar itu, tak lebih

Ah ..

Kenapa kami tak acuh
Bukankah kita saudara
Kenapa tak ada rasa

Apakah karena diri sudah sedemikan
Individualis, egois?
Apakah?

Mari menanyakan pada nurani

Satu hal pasti
Erupsi merapi tahun ini menguak rahasia negeri
Negeri yang selalu di tangisi ibu pertiwi

Ciamis 05.11.10 12:30
Dikawani abu vulkanik
Merapi
(puisi sederhana ini kupersembahkan tuk saudaraku korban erupsi merapi keep spirit)


            

Senin, 11 Agustus 2014

Jarrib! Dahsyatkan Diri dengan Kekuatan Mencoba

Jarrib! Dahsyatkan Diri dengan Kekuatan Mencoba


Assalamualaikum wr wb
Maaf admin, izin promo..
Terbit, buku “Jarrib! Dahsyatkan Diri dengan Kekuatan Mencoba” karya Prian Alfan
Ikuti kuisnya yang berhadiah total senilai ratusan ribu rupiah dihttps://www.facebook.com/PrianAlfan?fref=ts
“Jarrib wa lahizh! Takun aarifan.”
“Cobalah dan perhatikanlah! Kau akan tahu.”
(Arabic Qoutes)
Buku berisikan kompilasi tulisan dengan ragam topik dengan sebuah benang merah berupa motivasi diri "self motivation". Dibahas secara apik dengan dibumbuhi kisah-kisah inspiratif.
Pada tahap pertama, Zona 1, mengurai pentingnya diri memiliki keberanian mencoba demi mencapai kesuksesan. Hal-hal besar diawali dari proses mencoba. Penemuan-penemuan hebat jua dimulai karena adanya percobaan.
Sedang pada Zona 2 dijelaskan urgensi impian dan tahapan perencanaannya demi mewujudkannya secara nyata. Zona berikutnya menyoroti dorongan diri menjadi pribadi yang penuh gairah (passion).
Zona 4, penulis mengajak pembaca memaknai ulang tentang banyak hal. Tentang sesuatu yang terlihat remeh-temeh nan sederhana padahal sejatinya menyimpan banyak makna.
Pada Zona 5, ditampilkan kisah-kisah keseharian yang memberikan inspirasi. Dipadu Zona 6 yang mencermati kisah-kisah klasik nan berlimpah hikmah. Buku ini ditutup dengan sajian Zona 7, renungan-renungan, nasihat, dan pembahasan dari sisi religius.
Diulas dengan bahasa yang sederhana tulisan dalam buku itu semoga bisa membawa makna baru. Pada dasarnya buku ini mengajak diri untuk menjadi pribadi nan berprestasi. Menggali segenap potensi demi meraih kesuksesan hidup. Jarrib! Dahsyatkan diri dengan keberanian mencoba!
“Jarrib wa lahizh! Takun naajihan.”
“Cobalah dan perhatikanlah! Kau akan sukses.”
Detail
Judul : Jarrib! Dahsyatkan Diri dengan Kekuatan Mencoba
ISBN/EAN : 9786020245935 / 9786020245935
Pengarang : Prian Alfan
Penerbit : Quanta (ELEX MEDIA)
Terbit :13 Agustus 2014
Pages : 264
Berat : 250 gram
Dimensi(mm):140 x 210
Tags : berprestasi, buku islami, makna, meriah kesuksesan hidup, motivasi islami
Kategori Agama Islam
Harga : Rp 59,800,
*Prian Alfan adalah nama pena dari Prito Windiarto. Selain ‪#‎Jarrib‬, ia juga menulis novel "Tiga Matahari" dan menjadi kontributor belasan antologi. Bergiat di KPS (Komunitas Pena Santri)
Blog : www.pritowindiarto.blogspot.com | Twitter : @pritowindiarto

Sabtu, 18 Januari 2014

Pre-order Buku “Berkaca Pada Jiwa”

Pre-order Buku “Berkaca Pada Jiwa”



Ketika mengarungi setiap detik hari-harinya, ada masa manusia dalam suasana bahagia, namun tak jarang jua duka menyapa. Ada yang jemawa, namun tak sedikit yang merasa hina.
Pada satu titik, ada kalanya manusia mesti menginstrospeksi jalan hidupnya. Merenungkan ulang segenap langkah yang telah ditempuhnya.
Inilah saat yang tepat untuk berkaca pada jiwa.
***
Kumpulan tulisan  dalam buku ini mengajak kita merenungkan kembali jejak langkah. Memaknai ulang makna hidup dan kehidupan, termasuk manajemen waktu. Juga tentang bakti pada orang tua, hikmah di balik sakit, serta perihal hakikat cinta. Selamat membaca!
Judul              : Berkaca Pada Jiwa
Penulis           : Rosalia Indah, Nenny Makmun, Pirman, dkk
Penerbit         : Dar Inshirah
Harga              : Rp. 30.000

Kami membuka peluang pre-order sampai  tanggal 5 Februari 2014. Harga pre-order Rp. 27.000 (belum termasuk ongkir). Khusus kontributor harga pre-order Rp. 25.000.
Bagi pemesan buku pre-order kami sertakan bonus:
A. E-book : 1. Al Quran
                    2. Bagaimana menyentuh hati
                   3. Tafsir surat Al Waqiah
                4. Riyadhusholihin
                5. Hadits Arbain
B. Aplikasi Tajwid Al Quran
C. E-Book Kepenulisan: 1. Bagaimana cara menerbitkan karya di media masa
                                        2. Silabus menulis fiksi
D. Lampiran alamat dan email penerbit
E. Alamat dan email media masa (cetak maupun online)

Untuk pemesanan, silakan sms ke 087826263364 (Prito) dengan kata pertama, pre-order.
Selamat memesan.

Ps: Royalti buku ini digunakan untuk pengembangan KPS.

Salam pena.



Selasa, 26 Maret 2013

Tiga Matahari Writing Centre

Tiga Matahari Writing Centre

Kami melayani sharing, konsultasi, workshop dan training menulis
Fasilitas:
A. Workshop Menulis Cerpen
B. Workshop Menulis Puisi
C. Workshop Menulis Novel
D. Sharing dan diskusi Menulis di  Club Sastra LDK
-Jadwal, setiap hari sabtu, pukul 07.45 bertempat di masjid kampus Universitas Galuh
E. Konsultasi menulis online
InsyaAllah setiap hari sabtu, pukul 15.30-17.30 di FanPage  Novel Tiga Matahari , berikut link-nya : http://www.facebook.com/pages/Novel-Tiga-Matahari/155611297876275?fref=ts

Cp: 087826263364

Sabtu, 10 Maret 2012

NOVEL TIGA MATAHARI


NOVEL TIGA MATAHARI
Sabil ( Diva Press )

Pengarang Prito Windiarto
ISBN 9786029789911
Cover Soft


Lewat pesan orang tua masing-masing, ketiganya dipersatukan di sebuah negeri antah-berantah bernama Matlaul Huda. Tempat mereka merangkai mimpi dan menuai takdir Ilahi, demi menguak rahasia langit.
Berlatar kehidupan budaya Sunda yang kental, novel ini mengajak kita untuk ikut mencicipi manisnya persahabatan, hangatnya cinta, hingga kobar semangat yang tak pernah padam dari dada para tokohnya. Tak hanya itu, kritik tajam namun santun atas ketidakadilan juga dikemas apik dalam alur narasi sastrawi di sepanjang kisah ini.
Membaca novel ini akan mengantarkan kita dalam pergulatan panjang teka-teki Tuhan atas takdir setiap manusia. Bersama para tokoh di dalamnya, kita akan dibimbing untuk ikut serta menguak rahasia pesan yang dikirimkan langit, menyingkap misteri yang tak sembarang orang dapat mengungkapnya.
Selamat membaca!

***
Novel ini Limited Edition. Bagi yang ingin mengundang penulis, silakan sms 087826263364

###Info lengkap dan Kiriman terbaru perihal novel ini, silakan gabung di FanPage Novel Tiga Matahari

Rabu, 14 Desember 2011

Novel Tiga Matahari

Alhamdulillah...
setelah cukup lama menunggu...
Trala.... naskah novel "Rahasia Lagit" akhinya terbit juga, kini dengan judul "Tiga Matahari"
Ini cover dan sinopsisnya.... Selamat Membaca
Semoga menjadi motivasi untuk kita semua....
Segala Puji untukMU Ya Rabb


Tiga Matahari
Sabil ( Diva Press )
Rp 30.000

Parameters of Category: Books
Pengarang Prito Windiarto
ISBN 9786029789911
Cover Soft


Lewat pesan orang tua masing-masing, ketiganya dipersatukan di sebuah negeri antah-berantah bernama Matlaul Huda. Tempat mereka merangkai mimpi dan menuai takdir Ilahi, demi menguak rahasia langit.
Berlatar kehidupan budaya Sunda yang kental, novel ini mengajak kita untuk ikut mencicipi manisnya persahabatan, hangatnya cinta, hingga kobar semangat yang tak pernah padam dari dada para tokohnya. Tak hanya itu, kritik tajam namun santun atas ketidakadilan juga dikemas apik dalam alur narasi sastrawi di sepanjang kisah ini.
Membaca novel ini akan mengantarkan kita dalam pergulatan panjang teka-teki Tuhan atas takdir setiap manusia. Bersama para tokoh di dalamnya, kita akan dibimbing untuk ikut serta menguak rahasia pesan yang dikirimkan langit, menyingkap misteri yang tak sembarang orang dapat mengungkapnya.
Selamat membaca!

Yang ingin pesan bisa juga lewat berikut : http://www.rumahbuku.net/shop/detail/tiga-matahari.html, bisa juga via http://divapress-online.com/product/view/1502/tiga_matahari.html, or FB Diva Press Full
Atau tunggu di toko buku terdekat, semoga aja di Gramedia Tasik ada, Aamiin,

Saya begitu antusias menyambut buku solo ini, terima kasih untuk Sahabat2 yang telah banyak mendukung, Saya baru bisa berucap terima kasih dan mengirim selaksa doa untuk antum sekalian. Jazakumullah.